"Jadi, udah berapa banyak cewek yang udah elu buat klepek-klepek, tersipu malu, dengan gombalan-gombalan selamat pagimu itu?", begitu tanyanya di malam itu. Malam itu mungkin bisa disebut sebagai malam pertama yang akan mengawali semuanya. Malam itu bagi gue merupakan suatu awal baru dari sebuah fase persahabatan gue dengan dia. *** Kalau gue inget-inget, sudah hampir enam bulan gue kenal sama dia. Lewat perkenalan...
Belakangan ini hampir nggak ada cerita yang luar biasa yang gue alami.. Entah, mungkin cerita luar biasa sudah malas menghampiri gue..atau memang gue yang kurang peka dalam melihat segala proses-jatuh-bangun-berjuang-bertahan-mencari-menemukan-segala hal yang seharusnya bisa membuat hidup gue jauh lebih bermakna.. lebih luar biasa. Tak begitu terasa jalannya waktu, tiba-tiba hari sudah semakin menua menjadi minggu.. dan minggu pun sudah silih berlalu berganti dengan...
Jika ditanya seberapa sering gue jatuh cinta? Pasti gue akan jawab cukup sering. Ya.. entah kenapa, mungkin juga ini suatu kutukan atau bahkan bisa disebut dengan anugerah. Gue gampang banget suka sama orang. Kerennya gue gampang banget menjatuhkan hati pada seseorang, include with a stranger. Bahkan dengan seorang yang hanya gue kenal karena di follow twitter gue, terus ngetwit "follback ea kakakkk". Kalo...
Pernah tidak kalian waktu di satu tempat, tersembunyi, dimana hanya suara kalian yang terdengar melakukan suatu perenungan untuk benar-benar berpikir akan jadi apa kalian kelak? Itu lah yang menjadi suatu persoalan gue beberapa bulan ini. Akan jadi apakah gue nanti? apakah akan menjadi seorang yang sesuai dengan bidang kuliah yang gue ambil? atau menjadi seseorang yang sesuai dengan cita-cita gue.. sesuai dengan apa...
Sudah lebih dari dua tahun saat aku pertama kali bertemu dengan dia. Aku masih ingat betul wajahnya saat pertama kali kami bertemu. Tepat disebuah ruang kuliah di kampusku. Ruang kuliah yang terlalu sangat luas apabila hanya diisi oleh 20 orang mahasiswa. Waktu pertama kami bertemu tubuhnya masih kurus, lebih kurus dari tubuh kurus ku sendiri. Namun, sekilas dari sorot matanya, aku dapat melihat...
Belakangan ini udara di jogja lagi dingin-dinginnya. Ya, mungkin sama dinginnya dengan perasaan kita waktu bertemu dengan mantan. Hmm... Iya, mantan!! *fiuhh* Terus kalo ngomongin soal mantan, aku punya beberapa pertanyaan yang begitu erat hubungannya dengan si mantan itu. Ya... walaupun pada kenyataannya, aku masih mencari sosok yang bisa disebut mantan. Pertanyaan pertama yang terlintas di benakku adalah soal dinginnya udara disekeliling kita...
Mungkin kalian semua kebanyakan setuju kalo segala hal yang kita jumpai itu pada dasarnya mempunyai dua sisi yang berbeda. Dua sisi yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari mungkin selalu bertentangan satu dengan lainnya, kaya ada hitam pasti ada putih.. Ada sehat di lain sisi ada sakit.. ada jomblo eh... di lain sisi masih ada yang LDR-an berpacaran. Pokoknya pasti ada dan selalu ada dua...
"Liss, ntar sore kita ngopi yukk", begitulah isi sms gue ke Eliss siang itu. Siang itu, entah untuk kali keberapa, gue dengan segenap nyali yang udah gue kumpulkan dari sia-sia pergulatan batin yang hebat, akhirnya memberanikan diri untuk mengajak, Eliss, calon gebetan gue untuk ngopi bareng.. Sudah hampir 2 bulan ini gue berusaha ngedeketin Eliss, dan sudah hampir 2 bulan juga, gue selalu...
"Waaa... rambut ku kena telek cecak... !!!", teriak adik gue sore itu. Teriakan itu secara nggak sengaja membuat suasana makan malam kami menjadi meriah. Sore itu, untuk kali pertama dalam beberapa bulan terakhir, gue akhirnya bisa menikmati makan malam bersama keluarga. Bukan makam malam yang special, seperti makan malam di sebuah restaurant mewah, yang sering dilakukan orang-orang di layar televisi, dengan harga segelas...
"Duh, ternyata si Kiky udah nikah duluan", pekikku sore itu. Sore itu sepulang dari tamasya ke ibukota, aku melihat sepucuk surat undangan berwarna merah terang tergeletak di tepi tempat tidurku. Ibu bilang, "tuh, kemaren ada yang ngaku temen mu dateng nganter undangan". Ternyata setelah aku baca benar-benar undangan itu, aku kaget karena nama yang tercetak di undangan itu adalah nama seorang cewek yang...
Ada yang masih ingat kapan terakhir kali ditanya apa cita-cita kalian?? Iya..mungkin sudah lama sekali dan mungkin juga saking lamanya gak ditanya soal itu kita jadi lupa apa yang kita cita-cita kan waktu kita masih kecil dulu. Padahal dulu cita-cita atau mimpi se-mustahil apa pun terasa begitu indah untuk dibayangkan, ya gak? Ingat gak saat guru di sekolah kita dulu nanyain, "Sukri, cita-cita...
taken from : http://pinterest.com/pin/321092648402515034/ Yeah.. mungkin kutipan di atas ada benarnya juga, bahwa setiap hal yang kalian lakukan harus memiliki passionnya sendiri. Apa itu passion, menurut buku catatan warisan kakek gue, passion is a term applied to a very strong feeling about a person or thing. Itu arti kata passion menurut kakek gue, eniwei gue baru sadar kalo kakek gue ternyata jago juga...
Hai dear.. Apa Kabar disana?? sehat, baik, udah makan? Disana masih bisa lihat bulan kan? bulannya masih sama kan? masih berbentuk bulat kan? enak gak disana? udah gak perlu repot-repot ngurusi banjir lagi, kaya dulu lagi ya? udah gak perlu mikirin tugas sekolah ataupun kuliah lagi kan? Enak ya.. Dear.. Maaf ya, kemaren cuma mampir bentar di rumahmu, cuma bisa ngasih bung kecil...
Nah.. apa salahnya jadi beda??
Bukankah setiap manusia terlahir di dunia ini dengan keadaan yang berbeda-beda?
Bukankah setiap manusia itu punya cara berpikir masing-masing?
Dan kenapa jadi orang yang "beda" itu malah seperti jadi monster yang dijauhi orang kebanyakan?
Dan maukah anda, tetap berpikir menjadi seorang yang "beda" dari yang lainnya?
And that's the question of life... *jeng jeng*
Bukan..bukan... kalimat itu bukan potongan scene dari acara yang dibawakan oleh pembawa acara yang terkenal dengan hairless nya..
Beberapa pertanyaan dari berjuta lainnya itu mungkin untuk sebagian orang mudah dijawab, dan sebagian lain mungkin perlu waktu beberapa lama untuk bisa menjawabnya.
Disini, ditempat gue masih dengan leluasa kencing dengan berdiri semua pertanyaan itu makin jadi berbeda, ternyata jawabannya nggak segampang yang gue pikirkan. Banyak.. ya cukup banyak hambatan yang gue alami untuk jadi "beda" di lingkungan tempat dimana gue berdiri, makan, belajar, dan tidur. Kebanyakan mereka, orang disekitar gue, beranggapan bahwa gue ini makhluk aneh, datang dari masa lampau naik mesin waktu yang disebunyiin di dalam laci meja belajar. Eh, tapi tunggu deh, itu cerita doraemon kayanya.
Iya.. gue selalu dianggap manusia aneh yang muncul dari peradaban dinasti ming, suatu dinasti dimana kebanyakan manusia masih dikatagorikan sebagai rice-nivora dan friend-nivora, mereka mengganggap gue ini adalah manusia pemakan sesama.. dan kalian tau bahwa tulisan gue ini, emang gue tulis secara berlebihan.